Langkah Menghitung Social Return on Investment

Langkah Menghitung Social Return on Investment

Langkah Menghitung Social Return on Investment

Dalam era bisnis berkelanjutan, perusahaan tidak hanya dituntut menghasilkan keuntungan finansial, tetapi juga memberikan dampak sosial yang nyata. Salah satu metode yang digunakan untuk mengukur nilai sosial tersebut adalah Social Return on Investment (SROI). Pendekatan ini membantu organisasi memahami sejauh mana investasi yang dilakukan memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Memahami langkah menghitung Social Return on Investment menjadi penting bagi perusahaan, lembaga nonprofit, maupun institusi pemerintah yang ingin mengevaluasi efektivitas program sosial secara terukur.

1. Menentukan Ruang Lingkup dan Stakeholder

Langkah pertama dalam menghitung SROI adalah menentukan ruang lingkup analisis. Organisasi perlu menetapkan program atau proyek mana yang akan diukur, termasuk periode waktu evaluasi.

Selanjutnya, identifikasi stakeholder yang terlibat atau terdampak oleh program tersebut. Stakeholder dapat meliputi:

  • Penerima manfaat langsung
  • Karyawan atau relawan
  • Mitra kerja
  • Pemerintah atau komunitas sekitar

Pemahaman terhadap kebutuhan dan perubahan yang dialami stakeholder menjadi dasar dalam pengukuran dampak sosial.

2. Memetakan Dampak (Impact Mapping)

Setelah stakeholder teridentifikasi, langkah berikutnya adalah memetakan dampak melalui model input–output–outcome–impact.

  • Input: Sumber daya yang digunakan (dana, waktu, tenaga kerja).
  • Output: Aktivitas atau layanan yang diberikan.
  • Outcome: Perubahan yang terjadi pada stakeholder.
  • Impact: Dampak jangka panjang yang signifikan.

Pada tahap ini, organisasi perlu mengumpulkan data kualitatif dan kuantitatif untuk memastikan bahwa perubahan yang terjadi dapat diukur secara objektif.

Langkah Menghitung Social Return on Investment
Ilustrasi. Sumber: Pexels.com/Leeloo The First

3. Memberikan Nilai Moneter pada Dampak

Salah satu ciri khas SROI adalah mengonversi dampak sosial ke dalam nilai moneter. Proses ini dilakukan dengan menggunakan proxy finansial untuk mengestimasi nilai manfaat yang sebelumnya tidak memiliki harga pasar langsung.

Contohnya, program pelatihan kerja dapat dinilai berdasarkan peningkatan pendapatan peserta atau pengurangan angka pengangguran. Perhitungan ini harus mempertimbangkan faktor seperti deadweight (dampak yang terjadi tanpa program), attribution (kontribusi pihak lain), dan drop-off (penurunan dampak dari waktu ke waktu).

Pendekatan ini memastikan hasil SROI lebih realistis dan tidak berlebihan.

4. Menghitung Rasio SROI dan Melaporkan Hasil

Setelah seluruh manfaat sosial dikonversi ke nilai moneter, langkah selanjutnya adalah menghitung rasio SROI dengan rumus:

SROI = Total Nilai Manfaat Sosial / Total Investasi

Sebagai contoh, jika investasi sebesar Rp1 miliar menghasilkan manfaat sosial senilai Rp3 miliar, maka rasio SROI adalah 3:1. Artinya, setiap Rp1 yang diinvestasikan menghasilkan Rp3 nilai sosial.

Hasil perhitungan ini kemudian disusun dalam laporan yang transparan dan mudah dipahami. Laporan SROI tidak hanya berisi angka, tetapi juga penjelasan metodologi, asumsi, serta rekomendasi perbaikan program.

Langkah menghitung Social Return on Investment membutuhkan ketelitian, data yang akurat, serta pemahaman metodologi yang tepat. Dengan pendekatan yang sistematis, organisasi dapat menilai efektivitas program sosial secara objektif dan meningkatkan kredibilitas di mata stakeholder.

Untuk memperdalam pemahaman mengenai metode ini, mengikuti program pelatihan dan training Social Return on Investment sangat direkomendasikan. Pelatihan yang terstruktur membantu peserta memahami teknik pengukuran dampak, penggunaan proxy finansial, hingga penyusunan laporan SROI yang profesional.

Jogja Media Training sedang mengadakan Pelatihan Social Return on Investment (SROI) yang akan diadakan di Jogja. Informasi lebih lanjut hubungi nomor WA : 085166437761 (Saka) atau  082133272164 (Olisia).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *